Pages

Wednesday, 31 March 2010

Dapat penghasilan dari internet

internet biasanya digunakan sebagai tempat informasi dimana kebanyakan orang klik sana, klik sini untuk mencari informasi sebanyak - banyaknya.
dan dari hal demikian maka coba anda dengan seksama bagaimana belajar untuk mencari penghasilan dari internet, bukankah selama ini anda selalu mengeluarkan kocek anda untuk main internet baik itu via warnet ataupun hp dan anda sih yg gratis yaitu main internet di kantor
adapun kebutuhan internet yang di lakukan adalah sebagian besar yaitu buka facebook ataupun chatting di beberapa situs sosial.
manfaatkan dengan mengefektifkan waktu anda
carilah beberapa informasi bagaimana mendapatkan penghasilan dari internet
saya yakin anda bisa, mengapa tidak....
ini ada beberapa penawaran bisnis online pada blog saya
coba anda klik dan dapatkan informasi dari situ
sementara ini saya memberikan contoh pada kumpulblogger.com atau adsensecamp
untuk lebih jelasnya klik saja satu persatu informasi yang sudah tersedia pada blog ini
dan pertimbangkan sekiranya yang mana cocok buat anda
selamat mencoba
sukses selalu menyertai anda

Saturday, 27 March 2010

SAMARINDA

Kota Samarinda adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut dan udara. Dengan Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota Samarinda, yang menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota ini memiliki luas wilayah 718 km²[1] dan berpenduduk 579.933 jiwa (6 Februari 2004).

Awal mula berdirinya Samarinda

Perjanjian Bungaya

Pada saat pecah perang Gowa, pasukan Belanda di bawah Laksamana Speelman memimpin angkatan laut Kompeni menyerang Makassar dari laut, sedangkan Arung Palakka yang mendapat bantuan dari Belanda karena ingin melepaskan Bone dari penjajahan Sultan Hasanuddin (raja Gowa) menyerang dari daratan. Akhirnya Kerajaan Gowa dapat dikalahkan dan Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667.



Sebuah pasar di Samarinda dalam keadaan banjir pasang pada tanggal 19 Mei 1949. (

Kedatangan orang Bugis ke     Kesultanan Kutai

Sebagian orang-orang Bugis Wajo dari kerajaan Gowa yang tidak mau tunduk dan patuh terhadap isi perjanjian Bongaja tersebut, mereka tetap meneruskan perjuangan dan perlawanan secara gerilya melawan Belanda dan ada pula yang hijrah ke pulau-pulau lainnya diantaranya ada yang hijrah ke daerah Kesultanan Kutai, yaitu rombongan yang dipimpin oleh Lamohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado yang pertama). Kedatangan orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa itu diterima dengan baik oleh Sultan Kutai.
Atas kesepakatan dan perjanjian, oleh Raja Kutai rombongan tersebut diberikan lokasi sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha Pertanian, Perikanan dan Perdagangan. Sesuai dengan perjanjian bahwa orang-orang Bugis Wajo harus membantu segala kepentingan Raja Kutai, terutama didalam menghadapi musuh.
Semua rombongan tersebut memilih daerah sekitar muara Karang Mumus (daerah Selili seberang) tetapi daerah ini menimbulkan kesulitan didalam pelayaran karena daerah yang berarus putar (berulak) dengan banyak kotoran sungai. Selain itu dengan latar belakang gunung-gunung (Gunung Selili).

Rumah Rakit yang Sama Rendah


Jl. Jendral Winkelman (sekarang Jl. RE Martadinata dan Jl. Gajah Mada) di tepi Sungai Mahakam pada zaman penjajahan Belanda.
Sekitar tahun 1668, Sultan yang dipertuan Kerajaan Kutai memerintahkan Poea Adi bersama pengikutnya yang asal tanah Sulawesi membuka perkampungan di Tanah Rendah. Pembukaan perkampungan ini dimaksud Sultan Kutai, sebagai daerah pertahanan dari serangan bajak laut asal Pilipina yang sering melakukan perampokan di berbagai daerah pantai wilayah kerajaan Kutai Kartanegara. Selain itu, Sultan yang dikenal bijaksana ini memang bermaksud memberikan tempat bagi masyarakat Bugis yang mencari suaka ke Kutai akibat peperangan di daerah asal mereka. Perkampungan tersebut oleh Sultan Kutai diberi nama Sama Rendah. Nama ini tentunya bukan asal sebut. Sama Rendah dimaksudkan agar semua penduduk, baik asli maupun pendatang, berderajat sama. Tidak ada perbedaan antara orang Bugis, Kutai, Banjar dan suku lainnya.
Dengan rumah rakit yang berada di atas air, harus sama tinggi antara rumah satu dengan yang lainnya, melambangkan tidak ada perbedaan derajat apakah bangsawan atau tidak, semua "sama" derajatnya dengan lokasi yang berada di sekitar muara sungai yang berulak, dan di kiri kanan sungai daratan atau "rendah". Diperkirakan dari istilah inilah lokasi pemukiman baru tersebut dinamakan Samarenda atau lama-kelamaan ejaan Samarinda.
Sedang Poea Adi diberi gelar Panglima Sepangan Pantai. Ia bertanggungjawab terhadap keamanan rakyat dan kampung-kampung sekitar sampai ke bagian Muara Badak, Muara Pantuan dan sekitarnya. Keputusan sidang kerajaan membuka Desa Sama Rendah memang jitu. Sejak saat itu, keamanan di sepanjang pantai dan jalur Mahakam menjadi kondusif. Tidak ada lagi bajak laut yang berani beraksi. Dengan demikian, kapal-kapal dagang yang berlayar, baik dari Jawa maupun daerah lainnya bisa dengan aman memasuki Mahakam. Termasuk kapal-kapal pedagang Belanda dan Inggris. Mereka berlayar hingga ke pusat Kerajaan, di Tepian Pandan. Dengan demikian roda pemerintahan berjalan dengan baik serta kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat[2].

Samarinda Seberang

Sejarah terbukanya sebuah kampung yang menjadi kota besar, dikutip dari buku berbahasa Belanda dengan judul “Geschiedenis van Indonesie“ karangan de Graaf. Buku yang diterbitkan NV.Uitg.W.V.Hoeve, Den Haag, tahun 1949 ini juga menceritakan keberadaan Kota Samarinda yang diawali pembukaan perkampungan di Samarinda Seberang yang dipimpin oleh Poea Adi. Belanda yang mengikat perjanjian dengan kesultanan Kutai kian lama kian bertumbuh. Bahkan, secara perlahan Belanda menguasai perekonomian di daerah ini. Untuk mengembangkan kegiatan perdagangannya, maka Belanda membuka perkampungan di Samarinda Seberang pada tahun 1730 atau 62 tahun setelah Poea Adi membangun Samarinda Seberang. Di situlah Belanda memusatkan perdagangannya.

Kawasan Samarinda Seberang sekarang, kawasan inilah yang menjadi cikal bakal Kota Samarinda.
Namun demikian, pembangunan Samarinda Seberang oleh Belanda juga atas ijin dari Sultan Kutai, mengingat kepentingan ekonomi dan pertahanan masyarakat di daerah tersebut. Apalagi, Belanda pada waktu itu juga menempatkan pasukan perangnya di daerah ini sehingga sangat menjamin keamanan bagi Kerajaan Kutai.
Samarinda berkembang terus dengan bertambahnya penduduk yang datang dari Jawa dan Sulawesi dalam kurun waku ratusan tahun. Bahkan sampai pada puncak kemerdekaan tahun 1945 hingga keruntuhan Orde Lama yang digantikan oleh Orde Baru, Samarinda terus ’disatroni’ pendatang dari luar Kaltim. Waktu itu Tahun 1966 adalah peralihan masa Orde Lama ke Orde Baru. Keadaan semuanya masih acak dan semberawut. Masalah keamanan rakyat memang terjamin dengan terbentuknya Hansip (Pertahanan Sipil) yang menggantikan OPR (Organisasi Pertahanan Rakyat). Hansip mendukung keberadaan Polisi dan TNI.
Kendati terbilang maju pada zamannya, perubahan signifikan Kota Samarinda dimulai ketika Walikota Kadrie Oening diangkat dan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan No.Pemda 7/ 67/14-239 tanggal 8 November 1967. Ia menggantikan Mayor Ngoedio yang kemudian bertugas sebagai pejabat tinggi pemerintahan Jawa Timur di Surabaya. Kotamadya Samarinda pada tahun 1950 terbagi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Ilir dan Samarinda Seberang. Luas wilayahnya saat itu hanya 167 km². Kemudian pada tahun 1960 wilayah Samarinda diperluas menjadi 2.727 km² meliputi daerah Kecamatan Palaran, Sanga-Sanga, Muara Jawa dan Samboja. Namun belakangan, kembali terjadi perubahan. Kota Samarinda hanya tinggal Kecamatan Palaran, Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, dan Samarinda Ulu[2].

Penetapan hari jadi Kota Samarinda

Orang-orang Bugis Wajo ini bermukim di Samarinda pada permulaan tahun 1668 atau tepatnya pada bulan Januari 1668 yang dijadikan patokan untuk menetapkan hari jadi kota Samarinda. Telah ditetapkan pada peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor: 1 tahun 1988 tanggal 21 Januari 1988, pasal 1 berbunyi Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal 21 Januari 1668 M, bertepatan dengan tanggal 5 Sya'ban 1078 H penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Samarinda ke 320 pada tanggal 21 Januari 1980. 21 Januari 1668 / 5 Sya'ban 1070 Hijriyah : Kedatangan orang-orang suku Bugis Wajo mendirikan pemukiman di muara Karang Mumus.

Berdirinya Pemerintahan Kota Samarinda

Pemerintah Kotamadya Dati II Samarinda dan Kotapraja

Dibentuk dan didirikan pada tanggal 21 Januari 1960, berdasarkan UU Darurat No. 3 Tahun 1953, Lembaran Negara No. 97 Tahun 1953 tentang Pembentukan daerah-daerah Tingkat II Kabupaten/kotamadya di Kalimantan Timur
Semula Kodya Dati II Samarinda terbagi dalam 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, dan Samarinda Seberang. Kemudian dengan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Timur No. 18/SK/TH-Pem/1969 dan SK No. 55/TH-Pem/SK/1969, terhitung sejak tanggal 1 Maret 1969, wilayah administratif Kodya Dati II Samarinda ditambah dengan 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Palaran, Sanga-Sanga, Muara Jawa dan Samboja. Saat ini Samarinda terdiri dari 6 kecamatan, tidak termasuk Sanga-Sanga, Muara Jawa dan Samboja, ketiganya masuk dalam Kabupaten Kutai Kartanegara.
Setelah PP No. 38 Tahun 1996 terbit, wilayah administrasi Kodya Dati II Samarinda mengalami pemekaran, semula terdiri dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan, yaitu:
Rencananya kecamatan dan kelurahan tersebut akan dimekarkan kembali dengan usulan nama kecamatan Samarinda Kota, kecamatan Samarinda Selatan, kecamatan Sambutan, dan kecamatan Sungai Pinang. Usulan ini masih dalam pembahasan DPRD Kota Samarinda.
Berdasarkan Perda Kota Samarinda No. 1 Tahun 1988, tanggal 21 Januari 1988, ditetapkan Hari Jadi Kota Samarinda adalah tanggal 21 Januari 1668. Penetapan ini bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi Kota Samarinda ke-320.[1]

Geografi

Petasamarinda.jpgDengan luas wilayah 718 km², Samarinda terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat diantara 0°21'18"-1°09'16" LS dan 116°15'16"-117°24'16" BT.

 Batas-batas wilayah

Topografi

Topografi Samarinda meliputi tanah datar dan berbukit di ketinggian antara 10 s.d. 200 m di atas permukaan laut.

Pemerintahan dan layanan publik

Walikota

Saat ini walikota dijabat oleh Drs. H. Achmad Amins, MM, yang berpasangan dengan wakil walikota, Syaharie Jaang, memenangkan Pilkada Samarinda pada tanggal 19 September 2005, dan dilantik oleh Gubernur Kaltim, Suwarna A.F. pada tanggal 25 November 2005, di GOR Segiri, Samarinda.

Kecamatan di Samarinda

Berdasarkan PP RI No. 21 tahun 1987 dan Instruksi Mendagri No. 26 tahun 1997, tentang penetapan batas wilayah, maka secara administratif Kota Samarinda memiliki luas 718 km2, yang terdiri dari 6 kecamatan, yang terbagi dalam 53 kelurahan.

Militer

Maskot Kota Samarinda


Pesut Mahakam yang mati akibat ditabrak kapal motor. Jika tidak ada upaya nyata dari pemerintah, maka fauna terlangka di dunia ini akan punah tahun 2011.
Pesut Mahakam adalah maskot kota Samarinda. Namun saat ini Pesut Mahakam tidak terlihat lagi di sepanjang sungai Mahakam kota Samarinda. Pesut Mahakam terdesak oleh kemajuan kota dan pindah ke hulu sungai. Populasi Pesut Mahakam semakin menurun dari tahun ke tahun. Bahkan menurut sebuah penelitian, Pesut Mahakam sekarang tinggal 50 ekor. Jika tidak dilakukan antisipasi dan pelestarian, maka dalam waktu beberapa tahun saja Pesut Mahakam akan punah, menyusul pesut dari Sungai Irrawaddy dan Sungai Mekong yang sudah terlebih dahulu punah dan Pesut Mahakam adalah pesut air tawar terakhir yang hidup di planet bumi.

Tempat menarik

Wisata

Kawasan Wisata Budaya Pampang

Kawasan Pampang yang terletak sekitar 20 km dari kota Samarinda merupakan kawasan wisata budaya yang menarik untuk menyaksikan kehidupan suku Dayak Kenyah. Obyek wisata budaya ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor melalui jalan raya Samarinda-Bontang. Daya tarik yang dapat disaksikan adalah Lamin atau rumah adat suku Dayak serta tarian dan upacara adat Dayak Kenyah yang diselenggarakan setiap hari Minggu pukul 14.00 wita.[3]

Air Terjun Tanah Merah

Air Terjun Tanah Merah
Terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri - Sungai Siring. Untuk saat ini tempat wisata ini kurang mendapat perhatian akibatnya mutu pelayanan jadi berkurang sehingga perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan tempat ini.

Penangkaran Buaya Makroman

Terletak di desa Pulau Atas, kecamatan Palaran dengan jarak lebih kurang 6 km dari Samarinda. Jenis buaya yang dipelihara yaitu buaya air tawar dan buaya Supit. Tempat pengembangbiakan buaya ini telah di lengkapi sarana dan prasarana wisata.

Kebun Raya Samarinda

Terletak di sebelah Utara kota Samarinda yang berjarak 20 km atau 30 menit perjalan darat. Di Kebun Raya Samarinda terdapat atraksi Danau alam, kebun binatang, panggung hiburan.

[sunting] Telaga Permai Batu Besaung

Obyek wisata Telaga Permai Batu Besaung merupakan obyek wisata alam, terletak di Sempaja 15 km dari pusat kota Samarinda dengan kendaraan motor/mobil. Obyek wisata ini telah dilengkapi sarana dan prasarana wisata.

Kerajinan Tenun Ikat Sarung Samarinda


Perajin sedang menenun Sarung Samarinda
Terletak di Jalan Pangeran Bendahara Samarinda Seberang. Obyek wisata ini merupakan proses pembuatan sarung tradisional Samarinda, yang berjarak 8 km dari pusat kota Samarinda. Obyek tersebut telah dilengakapi sarana dan prasarana wisata. Kerajian tenun sarung ini pada mulanya dibawa oleh pendatang suku Bugis dari Sulawesi yang berdiam di sisi kiri Mahakam (sekarang menjadi Samarinda Seberang). Hampir disetiap perkampungan suku Bugis (kelurahan masjid Baka) dapat ditemukan pengrajin sarung Samarinda. Alat tenun yang digunakan para pengrajin adalah alat tradisional disebut "Gedokan" atau menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Produk yang dihasilkan untuk 1 (satu) buah sarung memakan waktu tiga minggu.

Transportasi

Air


Jembatan Mahakam di foto dari udara
Sejak didirikannya, transportasi utama Samarinda melalui Sungai Mahakam yang membelahnya ditengah-tengah, pada tahun 1987 baru dibangun Jembatan Mahakam yang menghubungkan Samarinda kota dengan Samarinda Seberang. Selain itu sudah dibangun dan diresmikan pada 2009 Jembatan Mahakam Hulu atau Mahulu, Jembatan Mahkota II (dalam tahap konstruksi) dan Jembatan Mahkota III (tahap pembebasan lahan).
Terdapat pelabuhan peti kemas yang berada di Jalan Yos Sudarso, dan sekarang sedang dibangun pelabuhan baru yang terletak di kecamatan Palaran untuk menggantikan pelabuhan yang sekarang sudah tidak sesuai dengan kondisi kota.

Darat

Terdapat jalan darat yang menghubungkan kota Samarinda dengan Balikpapan ke selatan, kemudian Bontang dan Sangatta ke utara, serta jalan baru yang menghubungkan ke Tenggarong, serta ke Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara melalui jalan timur yang tembus sampai ke Senipah, Samboja dan Balikpapan.

Udara

Bandar Udara Temindung (kode SRI) merupakan bandar udara yang menghubungkan Samarinda dengan kota-kota di pedalaman serta Balikpapan. Saat ini sedang dibuat Bandar Udara Sungai Siring, agar dapat didarati oleh pesawat yang lebih besar.

Sekolah Menengah


SMAN 5, salah satu SMA favorit di Samarinda

Perguruan Tinggi

Terdapat cukup banyak perguruan tinggi di Samarinda, diantaranya adalah:

Klub Olahraga

Media

KALIMANTAN TIMUR

Sejarah ;

Awal mula peradaban di Indonesia di mulai pada abad ke 4 M di mana peradaban pertama tersebut berada di Kalimantan Timur dengan kerajaan Hindu pertama yaitu kerajaan Kutai.

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil . Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Yupa

Prasasti Kerajaan Kutai
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Mulawarman

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.

Aswawarman

Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

Berakhir

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Nama-Nama Raja Kutai

Peta Kecamatan Muara Kaman
  1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman
  2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
  3. Maharaja Mulawarman
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia

Lain-lain

Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu.Hal ini di dasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sangsekerta.Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan.

Profil Kalimantan Timur

Kalimantan Timur merupakan propinsi terluas di Indonesia, dengan luas wilayah kuran lebih 245.237,80 Km2 atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11 % dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Secara administratif, Provinsi Kalimantan Timur terbagi menjadi 9 kabupaten dan 4 kota dengan Samarinda sebagai ibukota provinsi.
Daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik berupa pertambangan seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi, juga hasil-hasil hutan yang pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, daerah Kaltim memiliki lahan kering yang tingkat kesuburannya sangat baik untuk pengembangan usaha perkebunan, seperti perkebunan kelapa, coklat, karet, kelapa sawit, dan lada. Perkebunan karet dan kelapa sawit banyak terdapat di Pasir dan Kutai. Perkebunan ini sangat potensial untuk dijadikan andalan, mengingat nilai ekonomisnya sangat tinggi.
Perkembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor unggulan bagi pertumbuhan ekonomi, potensi sumberdaya ikan yang cakup besar, di antaranya Wilayah ZEEI (Zone Ekskfusif Indonesia) di laut Sulawesi seluas 297.813 km. Penangkapan di pantai seluas 12.000.000 ha, terdapat lahan yang digunakan untuk budidaya air payau seluas 91.380 ha, ditimbang parairan umum seluas 2.773.937 ha. Peluang ekspor hasil perikanan sebagian besar ke negara Jepang dan ke beberapa negara tujuan seperti Amerika Serikat, Hongkong, Malaysia, Singapura beberapa negara Eropa. jenis komoditas yang diekspor adalah udang beku (bentuk olahan headless&peeled) yang terdiri atas udang windu dan udang putih, idang segar, ikan tenggiri, ikan hidup berupa ikan berutu, ikan kerapu, lobster serta kepiting, labi-labi, kura-kura, dan cacing laut.
Sebagaimana kita maklumi, Kalimantan Timur merupakan peluang pasar yang cukup tinggi untuk sektor peternakan. Potensi sumber daya lahan Kalimantan Timur merupakan propinsi terluas di Indonesia, dengan luas wilayah kuran lebih 245.237,80 Km2 atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11 % dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Secara administratif, Provinsi Kalimantan Timur terbagi menjadi 9 kabupaten dan 4 kota dengan Samarinda sebagai ibukota provinsi.
Daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik berupa pertambangan seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi, juga hasil-hasil hutan yang pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, daerah Kaltim memiliki lahan kering yang tingkat kesuburannya sangat baik untuk pengembangan usaha perkebunan, seperti perkebunan kelapa, coklat, karet, kelapa sawit, dan lada. Perkebunan karet dan kelapa sawit banyak terdapat di Pasir dan Kutai. Perkebunan ini sangat potensial untuk dijadikan andalan, mengingat nilai ekonomisnya sangat tinggi.
Perkembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor unggulan bagi pertumbuhan ekonomi, potensi sumberdaya ikan yang cakup besar, di antaranya Wilayah ZEEI (Zone Ekskfusif Indonesia) di laut Sulawesi seluas 297.813 km. Penangkapan di pantai seluas 12.000.000 ha, terdapat lahan yang digunakan untuk budidaya air payau seluas 91.380 ha, ditimbang parairan umum seluas 2.773.937 ha. Peluang ekspor hasil perikanan sebagian besar ke negara Jepang dan ke beberapa negara tujuan seperti Amerika Serikat, Hongkong, Malaysia, Singapura beberapa negara Eropa. jenis komoditas yang diekspor adalah udang beku (bentuk olahan headless&peeled) yang terdiri atas udang windu dan udang putih, idang segar, ikan tenggiri, ikan hidup berupa ikan berutu, ikan kerapu, lobster serta kepiting, labi-labi, kura-kura, dan cacing laut.
Sebagaimana kita maklumi, Kalimantan Timur merupakan peluang pasar yang cukup tinggi untuk sektor peternakan. Potensi sumber daya lahan sebagai basis ekologis pengembangan ternak dan pakan sangat mendukung. Potensi sumber daya lahan Kalimantan Timur dapat menampung 734.050 satuan ternak ruminansia atau setara dengan 968.000 ekor ternak sapi. Sementara populasi yang ada masih sangat kecil sehingga sampai saat ini sangat tergantung pada pasokan dari luar.
Komoditi peternakan sebagian besar dipasok dari luar daerah yaitu berupa ternak potong, daging, susu dan telur. Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, sekitar 70% yang dipotong berasal dari luar atau antara 30.000 - 36.000 ekor.
Potensi sumberdaya alam dan sumberdaya mineral yang cukup besar dilihat dari segi geologi dan potensi lahan galian sangat mempunyai daya tarik yang cukup tinggi dimata para investor bidang pertambangan, namun masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal terkait dengan masih perlunya secara terus menerus informasi geologi sumberdaya mineral dalam rangka mengelola sumberdaya mineral, energi, air tanah, pengelolaan lingkungan, investasi bencana alam, penggunaan lahan dan penataan ruang wilayah pertambangan. Saat ini terdapat enam perusahaan yang telah memproduksi minyak bumi, masing-masing Pertamina, OPEP Sangata, tiga perusahaan asing serta dua perusahaan swasta nasional.
Potensi industri di Kalimantan Timur, baik yang memanfaatkan sumber daya alam, khususnya industri pengolahan hasil hutan, perkebunan, dan hasil laut, maupun yang berbasis iptek, seperti petrokimia, peralatan pengeboran lepas pantai, metanol, dan galangan kapal, masih memiliki peluang dan potensi yang besar untuk dikembangkan secara lebih modern. Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kalimantan Timur masih didominasi oleh subsektor industri kayu, yaitu mencapai 66 perusahaan (46,51 %) dan menyerap 47.902 orang tenaga kerja. Meski selama tiga tahun terakhir produksi kayu di Kaltim mengalami penurunan akibat kesulitan pasokan bahan baku, daerah Kaltim masih merupakan penghasil kayu terbesar dibandingkan propinsi lain.
Pariwisata di Kalimantan Timur mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flaora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai. Wisata budaya di Kalimantan Timur meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal/ setempat yang spesifik serta menarik. Kesemuanya masih ditunjang oleh pengembangan sektor jasa (yang dapat mendukung kegiatan pariwisata); sektor pertambangan, industri, dan kehutanan yang cukup potensial di daerah Kalimantan Timur.
Sebagai tujuan investasi, provinsi ini juga memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang diantaranya kawasan industri Kariangau yang terletak di Balikpapan dan Kaltim Industrial Estate di Bontang, Kalimantan Timur, Bandara Sepinggan di Balikpapan, Bandara Juwata di Tarakan, Bandara Temindung di Samarinda dan Bandara Long Apung di Long Apung serta memiliki Pelabuhan Tanjung Redep, Pelabuhan Khusus Suaran Jetty, Pelabuhan Tanjung Selor, Pelabuhan Tanah Grogot, Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Balikpapan serta didukung sarana listrik dan telekomunikasi.

Selamat Datang di Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur


Pariwisata di Kaltim mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flaora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai.

Wisata budaya di Kaltim meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal/ setempat yang spesifik serta menarik. Kesemuanya masih ditunjang oleh pengembangan sektor jasa (yang dapat mendukung kegiatan pariwisata); sektor pertambangan, industri, dan kehutanan yang cukup potensial di daerah Kaltim.

Dengan potensi wisata seperti itu, sektor pariwisata di Kaltim tergolong primadona dalam menghasilkan devisa negara. Selain itu, sektor ini diharapkan menjadi salah satu sektor yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, di saat krisis ekonomi yang tak kunjung selesai ini. Melalui model padat karya, tentu sektor pariwisata akan ikut mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Persyaratan utama yang dibutuhkan adalah keamanan dan ketenangan politik. Kedua hal itu sangat diharapkan oleh para wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia, khususnya Kaltim.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang ber kunjung ke Kaltim pada 1997 dan 1998 adalah 42.817 orangdan 19.590 orang, sementara wisatawan domestik 1.345.650 orang dan 788.686 orang. Dengan demikian, jumlah total wisatawan pada 1997 dan 1998 adalah 1.388.467 orang dan 808.276 orang. Jumlahnya menurun drastis karena faktor keamanan yang kurang kondusif serta kerusuhan yang sedang marak di tanah air, terutama kerusuhan medio Mei 1998 di Jakarta, Solo, Medan, dan Surabaya. Ternyata, secara signifikan faktor ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke Kaltim. Nasib yang sama juga menimpa daerah lain.

Melihat keseluruhan data tersebut, dapat dikatakan bahwa perkembangan ekonomi regional, khususnya di Kaltim, dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan internasional, mengingat letak geografis Kaltim yang strategis dan berbatasan dengan Malaysia Timur (Sabah dan Serawak). Potensi tersebut sangat memudahkan hubungan dagang dan bisnis lainnya dengan Brunei Darussalam, Malaysia, serta daerah lain melalui transportasi udara, darat, dan laut, termasuk jalur pelayaran internasional yang melalui Selat Makasar. Potensi kerjasama itu didasarkan pada pemanfaatan dan pengem¬bangan keunggulan komparatif, terutama potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah Kalimantan Timur.

Friday, 26 March 2010

adsensecamp.com (click disini)

kepada rekan - rekan yang suka akan bisnis online dan pastinya mendapatkan penghasilan dari bisnis online tersebut maka saya sebagai penulis menyarankan kepada anda untuk bergabung di http://adsensecamp.com
ini adalah suatu wadah dimana anda memulai bisnis online anda.
sudah bukan zamannya lagi anda sebagai pengguna internet harus mengeluarkan kocek anda, melainkan bagaimana internet sebagai sarana bagi anda untuk mendapatkan suatu penghasilan

makanya tunggu apalagi bergabunglah di "adsensecamp," ini merupakan suatu produk asli karya anak bangsa indonesia.
mari bergabung....!

untuk lebih jelasnya bagaimana cara bergabung dan mendapatkan penghasilan dari adsensecamp anda dapat klik pada judul di atas, cukup klik maka maka akan merubah semuanya bagi anda

wasallam
Kapin

Thursday, 25 March 2010

Nur (Cahaya)

Didalam kekosongan, gelap, hampa dan tidak ada apapun
kosong dan kosong......,
seketika itu muncullah seberkas cahaya yang terang sekali
berwarna putih dengan memperhatikan sekelilingnya
lalu cahaya tersebut beranjak kebarat, timur, utara
dan selatan,
yang ditemukan hanyalah suatu kekosongan, gelap dan hampa
kemudian si cahaya tersebut mulai bertanya - tanya.....,
"apa ini, dimana dan siapa saya",..... dengan rasa penasaran
untuk kedua kalinya si cahaya tersebut beranjak untuk lebih jauh,
jauh dan jauh..... namun tidak ada apapun yang di temukannya
kembali menjadi kosong, gelap dan hampa,
satu ruangpun tidak ditemukannya
semakin bingunglah si cahaya tersebut dengan banyak pertanyaan
pada dirinya....
" siapa aku, aku ini siapa...., dan apa maksud dari ini.....", si cahaya berkata.
belum selesai dengan kebingungannya, tiba - tiba muncullah suara dari balik kesunyian yang kosong, hampa dan gelap.
suara tersebut berkata ," wahai cahaya janganlah engkau pertanyakan
apa yang ada di sekelilingmu karena engkau adalah kehendakku tapi engkau bukan Aku,
melainkan engkau hanyalah bagian dari Aku dan engkau ada karena Aku,"
"siapa engkau.....," tanya si cahaya tersebut kepada si suara tersebut.....,
"jangan kau pertanyakan Aku", jawab si suara.
kemudian si suara tersebut menyambung perkataannya....,
" jalankah apa yang merupakan kehendakKu, engkau ada karena untuk memulai dan akhirnya engkau pula yang mengakhirinya, kekosongan akan terisi, kesunyian akan ramai, dan kegelapan akan terang di karenakan olehmu,
bagilah dirimu dari 1/8 bagian darimu untuk memenuhi itu semua,
dan engkau akan mengerti siapa Aku dan untuk apa,"

Wednesday, 24 March 2010

Cara Mudah Buat Blog (click di sini)

ternyata buat blog tidak sesulit yang di bayangkan bahkan cuma dengan waktu hanya 5 menit anda sudah bisa buat Blog dan bahkan dengan menjadi sebagai Blogger andapun bisa memulai bisnis online, untuk lebih jelasnya silahkan click pada judul diatas. Good Luck

Diam

Diam bukan berarti mengerti dan ada peribahasa, "diam adalah emas," apakah bisa dibenarkan hal seperti itu.....,
'banyak persepsi untuk orang yang lebih memilih diam, diantaranya adalah;
1. apakah karena bodoh dan tidak mengerti......,
2. apakah karena pengecut jadi tidak berani untuk mengungkapkan.....,
3. apa karena tidak perduli dengan sekelilingnya......,

lebih baik bicara walaupun sedikit, dan ungkapkan dengan jelas kalau memang mengerti atau tidak mengerti.

orang diam lebih berbahaya daripada orang yang suka berkoar-koar dan itu banyak benarnya, mengapa....,

ada sebuah cerita dimana seseorang yang pernah derajatnya di muliakan dan di angkat sehingga orang yang mengangkat (si kritis) percaya sekali terhadap orang yang di angkatnya tersebut (si diam)
namun di saat si kritis ingin melakukan suatu perubahan dan meminta dukungan dari segala pihak terutama dengan si diam yang sudah di percaya tadi ternyata si diam tersebut hanya bisa diam, diam dan diam.
akan tetapi dari kediamannya ternyata yang ada di pikirannya adalah suatu maksud kelicikan untuk memanfaat kan suatu keadaan yang akhirnya menjadi musuh dalam selimut,. lebih parahnya lagi si diam tersebut adalah salah satu otak yang merencanakan dalam menggagalkan perubahan tersebut.

karena peran si diam yang di pandang tidak gentle hanya berani bermain di belakang layar, maka si kritis kurang mendapat dukungan dan simpati yang akhirnya membuat si kritis makin terpuruk dan kalah.

hikmah di balik itu adalah si kritis makin intropeksi dan memulai dengan lembaran baru untuk belajar dari pengalaman serta meyakini bahwa Tuhan tidak tidur, apapun suatu yang buruk pasti akan di tampakkan.

jadi apakah diam itu selamanya emas.....
yang pasti diam itu lebih berbahaya

Monday, 22 March 2010

The Bear

di ceritakan bahwa saat ini banyak negara maju mengkampanyekan, "Global Warming",...., kenapa hal tersebut di lakukan. sebenarnya hal tersebut dilakukan mengingatkan akan perbuatan negara-negara maju tersebut di masa lampau, terutama negara - negara eropa dan amerika.
pada masa lalu, saya lupa tepatnya kapan bahwa negara - negara eropa sudah melakukan industri perkayuan besar - besaran, mereka menebangi pohon - pohon untuk keuntungan semata yang ujung - ujungnya adalah bisnis and money. begitu pula negara seperti amerika - serikat dan kanada, mereka memulai eksploitsai sumber daya alam yang berupa batu bara dan minyak bumi, adapun tujuan mereka adalah money lagi.
dewasa ini negara - negara yang disebutkan di atas selalu berteriak apabila terjadi kerusakan lingkungan di negara - negara berkembang seperti Indonesia ini, dan kasihan sekali negri kita ini sudah di jajah waktu zama kolonial hindia belanda selama 350 tahun dimana kekayaan negri ini telah dirampas kemudian begitu merdeka kurang lebih 65 tahun dan ingin menikmati hasil kekayaan buminya sudah banyak sekali pelarangan.
apabila negara - negara maju tersebut peduli dengan lingkungan kita ini, kira - kira apa sumbangan mereka yang sangat berarti bagi negeri ini yang sudah begitu lamanya menyuplai Oksigen bagi dunia, seperti hutan kalimantan yang konon katanya merupakan paru - paru dunia. mereka selalu menawarkan kerjasama pada negeri ini yang ujung - ujungnya kita selalu di pihak yang kalah dan mereka menang. oleh sebab itu mungkin sudah saatnya indonesia bangkit dan memegan peranan di dunia dengan membawa apa yang kita miliki karena sebenarnya mereka lebih membutuhkan kita dibandingkan kita butuh mereka, besarlah Indonesia ku seperti Beruang yang selalu berdiri dengan cakarnya yang kokoh...., The Bear.

Iklan Baris

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger