Pages

Thursday, 21 October 2010

Ketegaran Seorang Putri (a daughter who brave)

Nanti Juga Hilang, Kalau Saya Sudah Mati`



PURWAKARTA (Pos Kota) – “Pak sudahlah tak usah diobati lagi tumor ini. Saya terasa sangat sakit. Biarkan tumor ini tetap ada, nanti juga hilang kalau saya sudah mati,” ucap Siti Julia,8, bocah penderita tumor. Demikian sepenggal kepasrahan yang terlontar dari Jupe, begitu ia disapa guru disekolahnya SDN Sukahaji, seperti dilontarkan ayahnya, Husni Mubarak.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Husni Mubarak, 38, dan Ny Etty, 34, warga Kp Sumur Sari RT 05 RW 02 Desa Sukahaji Kec Tegalwaru, Kab Purwakarta ini, menderita tumor mata sejak berusia tiga tahun. Tumor di mata juga memaksa Husni mengangkat bola mata sebalah kanan Julia hingga Julia kini tak dapat melihat sebelah.

Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Berharap dari pengangkatan tumor pada mata sebelah kanan mengakhiri penderitaan Julia, namun sebaliknya. Usai di operasi, timbul benjolan kecil dipipi kanan hingga kemudian membesar hingga di vonis tim medis benjolan tersebut adalah tumor.
Pengobatan pun berlanjut. Husni pun membawa Julia ke RSHS Bandung untuk di kemotherapy. Keterbatasan biaya, memutus pengobatan berkala hingga tumor tersebut membesar bahkan sudah menutup daun telinga hingga leher. “Sejak April 2010 lalu saya memutuskan untuk berhenti berobat ke RSHS Bandung karena kesulitan ekonomi. Enam bulan terhenti, pertumbuhan tumor di sebelah bawah kelopak mata kanan cepat membesar dan menjalar. Kondisi Julia kini memprihatinkan dan tumor menebar bau tak sedap,” ungkap ayah
Julia, Husni Mubarok, dihubungi Pos Kota.

Akibat terserang tumor, lanjut Husni, Julia terpaksa memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah di bangku kelas II SDN Sukahaji, Kec Tegalwaru. “Pihak sekolah menganjurkan untuk sementara waktu Julia stop sekolah sampai kesehatannya membaik. Guru menaruh iba ke Julia karena ia sakit. Tak hanya itu mungkin pak,keberadaan Julia diruang kelasnya membuat teman teman tak nyaman karena tumor yang membusuk itu juga menebar bau tak sedap,” papar sopir armada PJTKI di Jakarta itu.
Husni tak menyangka, tindakan medis pasca operasi mata di RS Cicendo, Bandung, pada 2006, menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan Julia. Bagaimana tidak, kenang Husni, enam bulan setelah berhenti mengonsumsi obat pasca diangkat mata kanan Julia, timbul benjolan di pipi kanan Julia. Tak disangka, benjolan itu membesar hingga sekarang sudah menutupi daun telinga dan sebagian leher.

“Saya mengonsultasikan kembali ke Cicendo menyoal benjolan pasca operasi. Dokter mata di Cicendo menyarankan agar Julia diobati secara berkala melalui metode kemotherapy. Berbekal jamkesmas, saya membawa Julia melakukan kemo ke RS Hasan
Sadikin Bandung secara rutin hingga berjalan 2,5 tahun. Saat menjalani kemo memang ada sedikit perubahan.Karena biaya cekak, kemotherapy kembali dihentikan,” terangnya.

Memang diakuinya program pengobatan gratis dari pemerintah memakai Jamkesmas cukup membantu meringankan pengobatan Julia. Namun, sebut Husni, bila terdapat jenis obat yang dibutuhkan namun tak tersedia di RSHS, ia harus membelinya
keluar. “Pokona tos soak ku materina (pokokna saya sudah cape dengan keuangan). Karena meski kemo gratis, tetapi tetap membutuhkan biaya operasional menunggui hingga transportasi serta cadangan untuk beli obat. Saya sudah tak sanggup lagi
pak,”katanya menyerah.

Kondisi tersebut juga diketahui oleh Julia, yang mana ia sudah bisa menangkap dan merasakan kesulitan kedua orang tuannya. Dalam keputus-asaan, Juve, begitu ia disapa, pernah meminta Husni agar tak usah mengobatinya lagi. “Katanya sih
sudah sangat sakit kalau tengah disuntik pada sumsum tulang belakang sesaat sebelum dikemotherapy,”ucapnya sedih.
Meski demikian, Husni berucap syukur karena anak kedua dari tiga bersaudara ini tampak tegar dan kuat. Buktinya, kesehariannya Julia lalui bermain sepeda dengan sangat riang. “Beberapa waktu lalu Julia meminta saya membelikan sepeda angin. Saya membelikanya. Julia berusaha mengelabui rasa sakitnya dengan bermain. Pada malam hari, Julia berteriak teriak dan menangis menahan sakit,”paparnya.

Kini, Husni berharap ada uluran tangan dermawan/pembaca Pos Kota untuk membantu meringankan pengobatan Julia hingga ia sembuh dan dapat bersekolah lagi layaknya anak seusianya. Semoga!

(dadan/sir)


English Version ;

Purwakarta (Pos Kota) - "Sir come on do not have to be treated again this tumor. I felt very ill. Let these tumors stay there, will also disappear when I am dead, "said Siti Julia, 8, boy with tumors. Similarly, a piece of resignation that came out of Jupiter, so she called SDN Sukahaji school's teachers, such as leveled his father, Hosni Mubarak.
The second child of three brothers couple Hosni Mubarak, 38, and Mrs. Etty, 34, a resident of Wells Kp Sari RT 05 RW 02 Kec Tegalwaru Sukahaji village, Purwakarta district, the eye tumors since the age of three. Tumors in the eye also forced eyeball sebalah Hosni lift up to Julia Julia right now can not see the next.
Bak proverbial hit the ladder had fallen as well. Hoping the removal of the tumor in the right eye an end to suffering Julia, but vice versa. After the surgery, a small lump arising dipipi right until then enlarged until the verdict of the medical team the lump is a tumor.Treatment was continued. Husni also brought Julia to RSHS Bandung for the kemotherapy. The limited costs, cut regular treatment until the tumor enlarges even been close ear to the neck. "Since April 2010 and then I decided to stop treatment to RSHS Bandung because of economic hardship. Six-month halt, the growth of tumors in the lower right eyelid and spread rapidly enlarged. Julia's condition is now alarming and tumor spread of odor, "says dadJulia, Husni Mubarok, contacted Pos Kota.
As a result of esophageal tumor, continued Husni, Julia had decided to not go to school in grade II SDN Sukahaji, Kec Tegalwaru. "The school recommends Julia temporarily stop school until her health improves. Teachers put a pity to Julia because she was sick. Not only that probably pack, the presence of Julia's class room to make friends uncomfortable because rotting tumor had also spread bad smell, "said fleet driver recruitment agency in Jakarta.Hosni did not expect, medical treatment in hospital after eye surgery Cicendo, Bandung, in 2006, causing adverse effects on the health of Julia. How not, recalls Husni, six months after stopping taking the drug right eye removed after Julia, arising lump on the right cheek Julia. Not unexpectedly, bump it up to now been enlarged to cover ears and neck part.
"I consult a bump back to Cicendo Questioning postoperatively. Ophthalmologist in Cicendo suggested that Julia treated periodically through kemotherapy method. Armed with Jamkesmas, I took Julia to do chemo to RS HasanSadikin routinely walk up to 2.5 years. While undergoing chemo there was a little tight cost perubahan.Karena, kemotherapy again stopped, "he explained.
Indeed, the recognition program free medication from the government enough to help alleviate the wear Jamkesmas Julia treatment. However, Husni called, when any type of medication is needed but not available at RSHS, he had to buy itexit. "Soak me Pokona tos materina (pokokna I was tired with the finances). Because even though chemo is free, but still require waiting until the operational costs of transportation and reserve for purchasing the drug. I was no longer able topack, "he surrender.
This condition is also known by Julia, in which he was able to catch and find it difficult both her parents. In desperation, Juve, so he called, never ask Husni not have to treat it for longer. "He said the hellalready very ill when injected in the middle of the spinal cord just before dikemotherapy, "he said sadly.Still, Husni say thanks for the second child of three sons, looked strong and powerful. Evidence, Julia spent playing everyday bike with very cheerful. "Some time ago she asked me to buy a bike in the wind. I membelikanya. Julia tried to trick her pain by playing. At night, she screamed screaming and crying in pain, "he explained.
Now, Husni wish there was a helping hand philanthropist / reader Pos City to help alleviate Julia treatment until he recovers and can go to school again like his age. Hopefully!



http://www.poskota.co.id/headline/20...aya-sudah-mati

0 komentar:

Post a Comment

Iklan Baris

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger